Minggu, 02 November 2008

BOB HASAN

 
 
  
 ► e-ti/cnn 
 Nama :
Mohammad Bob Hasan
Lahir :
Semarang, 1931
Agama :
Islam

Karir :
-Direktur Utama: PT Kalimanis Plywood
-PT Wasesa Lines
-PT Pasopati Holding Company
-PT Karana Shipping Lines
-PT Hutan Nusantara
-PT Lifetime Assembly of Watch and Electrical Equipment
-Preskom PT McDermott Indonesia, dan lain-lain

Kegiatan Lain :
- Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI)
- Ketua Umum PB PABBSI (angkat besi)
- PB Percasi (catur)
- PB Persani (senam)
- Presiden Asosiasi Atletik Amateur Asia (AAAA)
- Anggota Kehormatan IOC
- Wakil Presiden OCA (Komite Olimpiade Asia).
- Ketua Umum Apkindo (Asosiasi Pengusaha Kayu Lapis Indonesia)

Alamat Rumah :
- Jalan Senjaya I Nomor 9 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

- Jalan Adityawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Alamat Kantor :
Jalan Menteng Raya 72, Jakarta Pusat


 
 
   

Raja Kayu dan Atletik


Nasib mujur masih berpihak pada Bob 

‘Raja Kayu’ Hasan. Masa 

pengucilannya di penjara yang terkenal 

seram, LP Batu Nusakambangan, 

dipersingkat dari enam tahun menjadi 

tiga tahun. Karena berkelakuan baik, 

Bob diberi pembebasan bersyarat oleh 

Dirjen Pemasyarakatan Suyatno. Di balik 

terali besi pun, Bob menjadi motor 

penggerak para narapidana berkarya 

kerajinan batu mulia 

Bob divonis enam tahun penjara oleh 

pengadilan karena tersangkut perkara 

korupsi. Semestinya Bom bebas bersyarat 

11 Desember 2003. Namun keterlambatan 

proses administratif memperpanjang 

keberadaan Bob di LP Nusakambangan, 

penjara buat penjahat kelas kakap yang 

diwariskan pemerintah kolonial Belanda. 

Bob, di era orde baru merajai bisnis 

perkayuan berkat kedekatannya dengan 

mantan Presiden Soeharto. Di antara 

puluhan konglomerat hitam di era Pak Harto, 

hanya Bob yang terkena jeratan hukum.

Kediaman Bob di Jalan Senjaya I Nomor 9 

Kebayoran Baru, Jakarta, tampak lebih ramai 

di hari kebebasan Bob. Mobil-mobil mewah 

keluar-masuk dari rumah besar yang 

di dalamnya ada lapangan tenis dan kolam 

renang. Hari kebebasan Bob bersamaan 

dengan pengajian Jum’atan anggota 

Yayasan Iqra Qurani, dan puluhan anak 

asuh keluarga Bob.

Selain pengusaha, Bob dikenal sebagai 

tokoh olahraga. Meskipun baru lepas dari 

penjara, Bob masih dipercaya memimpin 

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh 

Indonesia (PB PASI) sampai tahun 2008. 

Bob memegang jabatan itu selama tujuh 

periode berturut-turut sejak tahun 1976.

Memang jatuh bangunnya dunia atletik tidak 

bisa dipisahkan dari sosok Bob, anak 

angkat mendiang Jenderal Gatot Subroto. 

Gatot Subrotolah yang memperkenalkan 

Bob pada Pak Harto. Bob, meskipun hanya 

tiga bulan, pernah duduk di kursi Menteri 

Perindustrian dan Perdagangan. 

Pengrajin Batu Mulia
Di balik terali besi pun, Bob masih mampu 

menjadi motor yang menggerakkan motivasi 

para narapidana. Kerajinan batu mulia di 

LP Batu Nusakambangan maju pesat 

berkat keteladanan dan kepiawaian Bob. 

Ia menggunakan uangnya untuk 

memajukan kerajinan yang memberi 

ketrampilan dan pekerjaan bagi para Napi. 

Di dalam penjara pun, Bob masih 

memimpin puluhan perusahaannya.

Kerajinan batu mulia sebenarnya sudah 

lama dirintis di penjara tersebut, tetapi 

dikerjakan sambil lalu. Batu mulia yang 

diproses para napi diambil dari kerikil 

sungai di kawasan Pulau Nusakambangan. 

Dengan peralatan seadanya, para napi 

memproses kerikil tersebut menjadi batu 

cincin dengan bentuk ala kadarnya.

Kehadiran Bob selama tiga tahun 

di Nusakambangan langsung membawa 

angin segar bagi para Napi dan petugas LP. 

Sebagai seorang tokoh berpengaruh, 

naluri positif Bob Hasan langsung bekerja.

Bob membiayai keberangkatan dua staf LP 

ke Bandung. Mereka membeli seperangkat 

mesin batu mulia, dari yang tradisional 

sampai yang menggunakan tenaga listrik. 

Sesampai di penjara peralatan tersebut ditiru 

dan diperbanyak. Sebanyak 40 Napi direkrut 

di antara 160 Napi, dilatih ketrampilan 

membuat batu mulia. Mereka menjadi 

pekerja bengkel batu mulia. 

Mereka diberi imbalan jasa Rp 4.500 

setiap hari, di mana Rp. 500 harus ditabung, 

Rp 500 untuk beli susu penambah gizi, 

Rp 500 untuk mencicil sepatu dan sisanya 

diserahkan ke koperasi LP. Bahan mentah 

yang diproses adalah obsidian warna-warni. 

Dengan desain yang sangat sederhana, 

produk LP Batu Nusakambangan yang diberi 

merek dagang Island Jewels dan 

embel-embel, exotic crystals from the heart 

of volcano atau eksotik kristal dari jantung 

gunung api, langsung menembus pasar 

domestik dan internasional. 

Bob menyadari bahwa batu mulia yang 

diolah bukanlah batu mulia asli, tetapi 

batu mulia tiruan yang dihasilkan pabrik 

kaca. Yang jadi masalah, produk Island 

Jewels sudah terlanjur merebut hati para 

penggemarnya. Hampir saja Bob menutup 

bengkelnya. Tetapi tidak ia sampai 

kehilangan akal. Bob mendatangkan bahan 

baku batu mulia asli dari India. Bengkelnya 

bergairah kembali, para karyawannya tidak 

kehilangan pekerjaan. Bengkel Bob malah 

menambah karyawan dari 40 menjadi 60 Napi. 

Tetapi bagaimana nasib bengkel itu setelah 

kebebasan Bob? Mungkin Bob tetap 

membina mereka dari luar penjara. 

Cabang-cabang produksi batu mulia 

merebak di Cilacap dan Pacitan, 

memberi sumber penghidupan bagi 

banyak orang. Bob tetap diharapkan oleh 

para pengrajin tidak melupakan kerajinan 

batu mulia. Yang disayangkan, Indonesia 

mengalami kelangkaan bahan baku karena 

batu mulia mentah mengalir deras ke luar negeri. 

Tetap Dihormati
Naluri Bob tidak berubah, baik ketika berada 

di luar maupun di balik tembok penjara. 

Ia pandai membuka peluang, kemudian 

mengembangkannya menjadi bermanfaat 

bagi banyak orang.

Bob (73) juga pernah menjadi Ketua Umum 

PB PABBSI (angkat besi), PB Percasi (catur), 

PB Persani (senam) dan Presiden Asosiasi 

Atletik Amateur Asia (AAAA). Kini ia masih 

tercatat sebagai anggota kehormatan IOC 

dan salah satu Wakil Presiden OCA 

(Komite Olimpiade Asia). Sementara di 

KONI Pusat, Bob Hasan empat periode 

menjadi pengurus teras. Terakhir di era 

kepengurusan Wismoyo Arismunandar, 

ia duduk sebagai wakil ketua umum.

Keberhasilan ini menjadikan Bob tokoh 

yang tetap dicintai, disegani, dan dihormati, 

di manapun ia berada. Kunjungan 50 atletik, 

pelatih, dan ofisial, 18 Desember 2003, 

ke LP Batu Nusakambangan, usai 

mengukir prestasi di arena SEA Games XXII,

 Vietnam, menggambarkan kecintaan mereka 

pada Bob.

Bob dua kali mendapat predikat Pembina 

Olah Raga Terbaik dari SIWO/PWI Jaya, 

1980 & 1984. Juni 1984, Bob menerima 

penghargaan Goldene Ehren Packeten 

dari Persatuan Atletik Jerman Barat (DLV) 

untuk jasa-jasanya meningkatkan 

hubungan atletik Indonesia-Jerman 

Barat. Dan, September 1985 Bob bersama 

Amran Zamzami dan Tahir Djide menerima 

tanda penghargaan pemerintah RI untuk 

Pembina Olah Raga Terbaik.

Keterlibatan The Kian Seng, nama asli Bob, 

dalam atletik bermula dari rasa sakit pada 

bagian belakang lehernya kalau tangannya 

digerakkan keluar. Atas anjuran seorang 

teman, ia melakukan olah raga lari dan 

senam. Ternyata, manjur, Bob belakangan 

berlari paling sedikit 5 km sehari. Kalau 

tidak lari, badannya merasa sakit.

Lewat dukungan dana dari belasan 

perusahaan, Bob menghabiskan milyaran 

rupiah untuk pembinaan olah raga, 

khususnya atletik. Ia juga gemar bermain 

golf, yang dilakukannya dua kali seminggu. 

Bob turut duduk dalam kepengurusan 

Persatuan Golf Indonesia (PGI). 

Bob sendiri ‘maniak’ olah raga lari. Belasan 

tahun ia setiap hari berlari mengitari Stadion 

Utama Senayan, Jakarta, atau naik turun 

bukit kecil di depan stadion. Ketika berlari, 

Bob tidak memilih waktu, hari hujan atau 

di siang bolong. Kalau sedang di luar negeri, 

dan menginap di hotel bertingkat, ia pantang 

naik lift, tetapi lebih suka mendaki dari satu 

anak tangga ke anak tangga berikutnya.

2 komentar:

teaamira.com mengatakan...

Salam sejahtera untuk kawan-kawan di seantero indonedsia. Bang bob, kalo boleh minta saran, dahulu saya seorang wirusaha, tetapi karena saya jadi korban penipuan temen sekolah akahirnya semua modal dan asset yang saya miliki habis dibawa kabur oleh jahanam penipu.mungkin ada saran buat saya Bang, aku pingin berwiraswasta kembali, tetapi kemana2saya mencari pinjaman belum menemukan orang mau membantu saya. mohon saran dan jalan keluarnya Bang Bob.Kalau ada temen2 yang bersedia membantu saya boleh hubungi email saya di tea_amira@yahoo.com.
dahulu saya seorang pengusaha Trading teh Hijau dan Hitam. karena musibah itulah semuanya menjadi hancur,mudah-mudah temen sekalian dapat memberi jalan keluar sehingga ketiga anak-anak saya dapat menyelesaikan sekolahnya yang masih di bangku sekolah dasr,menengah dan menengah atas.
Terima kasih

teaamira.com mengatakan...

Salam sejahtera untuk kawan-kawan di seantero indonesia. Bang bob, kalo boleh minta saran, dahulu saya seorang wirusaha, tetapi karena saya jadi korban penipuan temen sekolah akhirnya semua modal dan asset yang saya miliki habis dibawa kabur oleh sijahanam penipu itu .mungkin ada saran buat saya Bang, aku pingin berwiraswasta kembali, tetapi kemana2saya mencari pinjaman belum menemukan orang mau membantu saya.mungkin karena saya tidak lagi memiliki agunan, mohon saran dan jalan keluarnya Bang Bob.Kalau ada temen2 yang bersedia membantu saya boleh hubungi email saya di tea_amira@yahoo.com.
dahulu saya seorang pengusaha Trading teh Hijau dan Hitam. karena musibah itulah semuanya menjadi hancur,mudah-mudah temen sekalian dapat memberi jalan keluar sehingga ketiga anak-anak saya dapat menyelesaikan sekolahnya yang masih di bangku sekolah dasr,menengah dan menengah atas.
Terima kasih